Semangat Terbarukan, Semangat Tabarukan

Satu Satunya Perguruan Tinggi di Wilayah Utara Kabupaten Malang

AUDIENSI PIMPINAN BERSAMA WAKIL GUBERNUR JAWA TIMUR SAIFULLAH YUSUF

Salah Satu bentuk Program Kerja Stainu Malang dengan Pemerintah Daerah

WISUDA PERDANA MAHASISWA STAINU MALANG

Wisuda Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah

Gebyar Pos Pemberdayaan Keluarga "Posdaya"

Stand Posdaya Binaan LP2M STAINU Karangploso Malang Tampil pada acara Gebyar POSDAYA Bersama Prof. Dr. H. Haryono Suyono dan Bupati Malang H. Rendra Kresna di Pendopo Kabupeten Malang

Rabu, 27 September 2017

Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen Perguruan Tinggi Lawan Radikalisme

Presiden Joko Widodo bersama Ketua STAINU Malang diNusa Dua Bali
Menghadapi berkembangnya gerakan radikalisme yang berpotensi memecah-belah anak bangsa dan keutuhan NKRI, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemui seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Bali, Selasa, (26/9).

Pada acara penutupan pertemuan perguruan tinggi se-Indonesia tersebut Jokowi menyaksikan Deklarasi dan Aksi Kebangsaan Anti Radikalisme sebagai komitmen dunia pendidikan tinggi menolak semua tindakan dan paham-paham kekerasan di dunia kampus.

Presiden Jokowi dalam arahannya mengingatkan pada insan perguruan tinggi betapa negara Indonesia adalah sebuah negara yang besar.

“Kenapa dikatakan negara yang besar karena penduduknya yang besar 258 juta, kita juga memikiki 17 ribu pulau, 516 kabupaten kota, 34 provinsi. Kita juga beragam. Kita memiliki 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu saya perlu mengingatkan untuk terus menjaga tali persatuan kita, menjaga tali persaudaraan kita,” ujarnya.

Menurut Presiden, Perguruan tinggi adalah pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan seni yang bertujuan untuk menemukan dan menegakkan kebenaran juga memberikan manfaat yang sebesarnya-besarnya bagi negara dan kemanusiaan. Munculnya gerakan dan paham yang bersifat radikal yang mengajarkan kekerasan untuk memecah belah persatuan adalah keadaan yang membahayakan bangsa, negara dan kemanusiaan.
Oleh karena itu lanjutnya, perguruan tinggi harus mengambil sikap jelas dan tegas dalam mencegah dan melawan radikalisme serta mengambil peran nyata dalam membela Pancasila dan NKRI sebagai wujud kepedulian kepada bangsa dan negara Indonesia. Atas dasar pemikiran tersebut perguruan tinggi se- Indonesia menyatakan Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme.

Presiden Jokowi menyebutkan saat ini sedang terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila, memecah-belah bangsa karena keterbukaan yang tidak bisa dihindari.

“Media sosial begitu sangat bebasnya sehingga infiltrasi sering kita tidak sadari. Muncul dengan cara dan metode baru, halus, lembut kekinian, dengan pendekatan yang akrab dan sering menyentuh hati. Sehingga kita lupa bahwa kita telah memiliki Pancasila,” terangnya.

“Saya merasa sangat bangga sekali telah dideklarasikannya oleh pimpinan tinggi se-Indonesia, tekad untuk mempersatukan kita dan negara Indonesia,” lanjut Presiden.

Jokowi paparkan Perguruan tinggi adalah kawahnya pengetahuan, sumber pencerahan dan sangat bahaya sekali kalau sudah menjadi medan infiltrasi ideologi-ideologi radikal. Jokowi berpesan jangan sampai kampus menjadi lahan penyebaran radikal.

Dirinya meminta pada seluruh Rektor maupun Direktur perguruan tinggi untuk melakukan pembinaan kembali. Ideologi Pancasila perlu dimasukkan pada sistem pendidikan baik pada kurikulum, ekstra kurikuler, tempat kerohanian atau ibadah.

“Harus diajarkan toleransi, persaudaraan, jangan sampai menjadi ladang intoleransi. Tanamkan sejak penerimaan mahasiswa baru bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan kita,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta perguruan tinggi agar terus melakukan terobosan dan berani dalam membuka program studi yang mengikuti lompatan-lompatan inovasi.

Jokowi mencontohkan misalnya fakultas ekonomi jangan sampai jurusannya masih manajemen dan akuntansi saja. Sementara tidak ada jurusan logistik, retail management, toko online, export, media sosial, meme, dan lain-lain. Karena kedepan itu yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri.

“Jika perguruan tinggi tidak bisa mengantisipasi hal tersebut maka kita akan tertinggal,” pungkasnya. (APV)

Sumber: ristekdikti.go.id

Selasa, 26 September 2017

Perguruan Tinggi Se-Indonesia berkomitmen bersama Tangkal Radikalisme

Perguruan tinggi adalah sumber pengetahuan dan pencerahan. Oleh karena itu, akan sangat berbahaya apabila perguruan tinggi dimanfaatkan oleh segelintir pihak sebagai medan infiltrasi ideologi ini.
Di hadapan para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Nusa Dua, Bali hari ini, Presiden Jokowidodo mengingatkan, jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sangat berbahaya.
Memang, kemajuan teknologi telah membawa kita menuju era keterbukaan. Namun, keterbukaan tersebut juga dapat memberikan celah bagi upaya-upaya infiltrasi ideologi yang tidak kita sadari. Infiltrasi tersebut dilakukan dengan cara-cara lembut dan menggunakan pendekatan terkini. Akibatnya, banyak yang lupa bahwa Indonesia telah memiliki ideologi Pancasila yang mempersatukan.
Mari, kita hentikan infiltrasi ideologi, radikalisme, dan terorisme ini. Jangan sampai hasil kerja keras untuk anak cucu kita hancur karena itu dan bangsa kita jadi bangsa yang mundur, Pesan Pesiden Jokowidodo dalam sambutannya.

Minggu, 10 September 2017

Ujian Tes Masuk Mahasiswa Baru 2017

Sekitar 51 calon mahasiswa baru mengikuti tes Akademik Perguruan Tinggi. Tes ini terdiri dari tes tulis dengan materi diantaranya Akhidah, Aswaja, Bahasa Inggris, Bahasa Arab serta Tes Potensi Akademik dan Bakat Skolastik.

"Pada tes tahun ini setiap calon mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti tes dan Tes Akademik ini sudah dilakukan yang kedua kalinya yakni diawali pada tahun Akademik 2016 lalu, ujar Pengurus BEM STAINU Malang Siti Murtosimah.

Tes ini berlangsung secara tertib walaupun ada sedikit mahasiswa yang terlambat dan kebingungan mencari ruangan tes nya, karena banykanya ruangan dikampus tercinta STAINU Malang ini. Dalam tes ini seluruh calon mahasiswa terlihat begitu serius mengerjakan soal-soal pengetahuan Umum dan Agama Serta potensi akademik. Pada tes masuk kali ini di dominasi oleh calon mahasiswa yang mengambil jurusan Manajemen Pendidikan Islam.

Semoga dengan adanya tes masuk ini dapat menyaring bibit-bibit mahaiswa unggul dan berprestasi demi terwujudnya kampus yang berdaya saing dalam dunia kerja.

Sabtu, 09 September 2017

HYMNE STAINU MALANG

HYMNE STAINU MALANG

Seiring cahayanya menerangi jiwa
Yayasan Annahdliyah turut bangun bangsa
Kami berdiri di sini
Di bawah panji Islami
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama

#Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah 
  Menjunjung tinggi akhlaqul karimah 
  Pertahankan tradisi yang baik 
  Mengadopsi tradisi baru yang lebih baik
 
Di mana kakiku berpijak
Di sanalah ku perjuangkan agama Allah
Ku jaga slalu almamaterku
STAINU Malang Jaya

Jumat, 04 Agustus 2017

Surat Edaran Ketua STAINU tentang PKL-KKM Integratif 2017

Kepada Yth,
Mahasiswa Prodi MPI dan Ekonomi Syari’ah STAINU Malang Angkatan 2014
di
Tempat

Berkenaan dengan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan - Kuliah Kerja Mahasiswa (PKL-KKM) dan Skripsi Tahun 2017 perlu kami informasikan berbagai hal, sebagai berikut:

Surat Edaran dapat di unduh di:
Jadwal Pelaksanaan dapat di unduh di:
http://bit.ly/2hu1SDp

Registrasi Online dapat di akses di:
http://bit.ly/2u4wVHu

Pedoman Pendataan dan Pemetaan Posdaya
http://bit.ly/2v5d23I